|
ISLAMABAD - Lebih dari empat juta warga Pakistan terpaksa kehilangan rumahnya akibat banjir yang sudah mendera selama hampir tiga pekan. Kondisi ini menyebabkan dibutuhkan banyak lagi bantuan yang ditujukan kepada korban banjir.
"Menurut perkiraan kasar, lebih dari empat juta warga penduduk di wilayah Punjab dan Sindh kehilangan tempat tinggalnya. Situasi ini tentunya membawa kekhawatiran yang amat besar," ungkap juru bicara PBB Maurizio Giuliano seperti dikutip Reuters, Kamis (19/8/2010).
PBB sendiri sebelumnya menyatakan sekira dua juta warga kehilangan tempat tinggalnya dalam bencana banjir yang terburuk pernah terjadi di Pakistan ini. Organisasi internasional terus berupaya keras agar bantuan lebih banyak masuk untuk para korban banjir.
Jumlah dana bantun bagi korban banjir hingga kini menunjukan peningkatan menjadi USD459 juta atau sekira Rp4,1 triliun (Rp8.953 per dolar). Jumlah itu telah mencapai 50 persen dari dana yang dibutuhkan untuk korban banjir.
"Pihak pendonor terus meningkat. Mereka terus menyumbang, walau masih jauh dari target," cetus Giuliano.
Tetapi yang menjadi permasalahan kali ini adalah kondisi di lokasi bencana yang menjadi penghalang bagi tim penyelamat yang hendak mendistribusikan bantuan.
Pada saat bersamaan Giuliano juga mengkhawatirkan anak-anak korban banjir yang terancam sindikat penjualan anak. Kasus penjualan anak memang menjadi bisnis menggiurkan di Pakistan.
Untuk itu Giuliano meminta pihak keamanan untuk menitikberatkan kepada anak-anak, selain juga ancaman serangan dari pihak Taliban.
(faj)
Sumber: okezone.com
Berita terbaru:
Berita sebelumnya:
|